08117992581

Kota Metro Perkuat Health Tourism Lewat Dua Museum Bersejarah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Rumah Dokter (dokterswoning) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sumber: buku Dokterswoning-TACB Kota Metro

METRO, A1BOS.COM – Kota Metro tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga semakin memperkuat identitasnya sebagai pusat health tourism berbasis sejarah di Provinsi Lampung.

Melalui keberadaan Museum Mini Santa Maria dan Dokterswoning atau Rumah Informasi Sejarah Metro, masyarakat diajak menelusuri perjalanan awal terbentuknya Kota Metro yang memiliki keterkaitan erat dengan misi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan pada masa kolonial.

Museum Mini Santa Maria Simpan Jejak Layanan Kesehatan Kolonial

Museum Mini Santa Maria menempati kompleks cikal bakal Rumah Sakit Santa Maria. Bangunan ini resmi ditetapkan sebagai cagar budaya pada pertengahan 2021 dan mulai dibuka untuk umum pada Februari 2022.

Keberadaan museum tersebut merupakan hasil revitalisasi yang dilakukan melalui gotong royong dan donasi masyarakat dari berbagai kalangan. Di dalam ruang pamer, pengunjung dapat melihat beragam artefak kedokteran kuno serta arsip dokumentasi sejarah kolonisasi.
Museum Mini Santa Maria-Kota Metro.dok

Salah satu koleksi paling menarik adalah sepeda onthel antik merek Een Burgers Deventer produksi tahun 1924. Sepeda langka yang dikenal sebagai The Real Priesterrijwiel itu memiliki rangka khusus untuk pengguna berjubah dan pernah digunakan oleh Suster Ludana asal Belanda saat merawat pasien di wilayah Metro pada 1937.

Dokterswoning Menjadi Pusat Literasi Sejarah

Tak jauh dari Museum Mini Santa Maria berdiri Dokterswoning yang kini difungsikan sebagai Rumah Informasi Sejarah Metro. Bangunan peninggalan Hindia Belanda yang dibangun antara 1939 hingga 1940 tersebut awalnya merupakan rumah dinas dr. Mas Soemarno Hadinoto, dokter kolonisasi pertama di Metro. Pada masa itu, keberadaan dokter beserta fasilitas kesehatan menjadi penopang penting bagi keselamatan para transmigran awal.

Hingga kini, Dokterswoning masih mempertahankan arsitektur kolonial aslinya. Di dalamnya tersimpan galeri foto-foto lama yang merekam perkembangan Kota Metro dari masa ke masa.

Di bawah pengelolaan komunitas kreatif dan pegiat sejarah lokal, bangunan tersebut kini bertransformasi menjadi pusat literasi digital sekaligus ruang edukasi publik bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Penampakan rumah Doktersoning sekarang. sumber: Buku Dokterswoning-TACB Metro. 

Kehadiran Museum Mini Santa Maria dan Dokterswoning menunjukkan bahwa sejarah Kota Metro memiliki keterkaitan kuat dengan perkembangan layanan kesehatan. Melalui pelestarian kedua cagar budaya tersebut, Pemerintah Kota Metro bersama komunitas lokal berharap dapat menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukasi dan sejarah di Provinsi Lampung.(BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)